• Bahasa Indonesia
  • English
  • Lelyana Kurniawati

    Sacred Garden

    2023
    Ceramic
    65 x 35 x 25 cm

    Sejarah dibuatnya mata air di desa Tempuran, Tamantirto yg dibangun pada masa HB VI. Tempuran itu sendiri adalah tempat pertemuan dua aliran sungai dan mata air yang berada di desa Tempuran, Tamantirto ini dulunya disalurkan ke kolam Pesanggrahan Ambarbinangun yang hingga saat ini masih berfungsi.

    Dari sisi budaya & tradisi, sebagian orang masih menganggap mata air ini tempat yg sakral. Karya saya ini salah satu bentuk penghormatan kepada Alam Semesta. Sebagai cerminan dari kehidupan yang tak pernah berhenti mengalir, mata air ini juga menjadi sumber inspirasi dan kebijaksanaan. Manusia datang, menyentuh permukaan air yang tenang namun penuh kekuatan. Dalam setiap tetesan yang jatuh ke bumi, ada doa dan harapan yang tersembunyi, mencari kebenaran yang lebih dalam dari sekedar cerminan di permukaan.

    Pameran ini didukung oleh Biennale Jogja melalui program Tangga Teparo
    Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak ada bagian dari publikasi ini yang boleh direproduksi tanpa izin sebelumnya dari artis pencipta karya dan Artspace Wae selaku penyelenggara acara.