• Bahasa Indonesia
  • English
  • Daftar Isi

    Pameran SCULPT IN SCULPT OUT
    16 Juli – 30 Juli 2022
    Pameran, Artist Talk, Workshop
    Di WAE Arstspace, Tamantirto, Kasih, Bantul

    Pameran ini merupakan pameran yang secara khusus menampilkan karya tiga dimensional dengan judul SCULPT IN SCULPT OUT. Judul ini tidak secara harafiah ditafsirkan sebagai “memahat” namun lebih pada esensi proses pengkaryaan seni patung secara lebih luas dan eksploratif. Setiap seniman yang mengikuti pameran ini menampilkan karya-karya yang berbeda secara material termasuk isu yang ingin dipresentasikan.

    Agung Qurniawan menampilkan karya dengan teknik cor aluminum yang diwarnai secara halus dan sempurna, dengan teknik display pada dinding. Menghadirkan objek burung, roket dan burung.

    Bio Andaru cenderung membuat karya instalasi dengan material objek jadi seperti genteng, lampu, beras, buah yang sengaja dihadirkan dan kemudian dirakit seperti potongan atap rumah.

    Diana P Harjanti membuat karya dengan mendaurulang barang bekas khusunya botol kaca yang dihancurkan dan kemudian dijadikan material utama dalam karyanya dengan tambahan resin, secara bentuk karya Diana mengarah pada patung figurative.

    Galih Johar cenderung mengkostruksi ulang, mengawinkan benda-benda sehingga menjadikan nilai benda sebelumnya berkurang, bertambah atau berubah sama sekali. Seperti Keyboard menjadi Skateboard, batu bata menjadi flasdisk.

    Misbahul Akrom membuat karya dengan modelling secara digital dan kemudian menerapkan teknik print 3d dengan gaya patung surealis. Objek bentuk yang dihadirkan adalah jantung dan gitar klasi yang tumbuh ranting seperti pohon.

    Noor Asif menampilkan karya imitasi batu dan daun yang dibuat dengan material semen dan aluminum. Uniknya karya Noor asif juga memiliki nilai fungsional sekaligus, satu sisi sebagai karya, di sisi lain karyanya bisa digunakan sebagai tempat duduk.

    Prisman Nazara menampilkan karya dengan cara memahat kayu dengan ukuran kecil sebanyak ratusan kali, dan kemudian dikonstruksi ulang menjadi satu karya. Persisnya Prisman membentuk patung pohon dengan material kumpulan kayu yang dipahat.

    Isu maupun konsep yang ingin diangkat dalam pameran ini ditulih oleh Adhi Pandoyo dan Karen Hardini dan akan dibuka oleh Bapak Mikke Susanto.

    linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram