• Bahasa Indonesia
  • English
  • Daftar Isi

    Atma Sangam

    Pasangan Jiwa

    Pergulatan dalam mencintai adalah sesuatu pengalaman yang berharga. Berkarya bagi Ambar Lestari adalahsebuah proses mencintai yang tak kunjung pernah mencapai puncaknya. Sebuah pembelajaran tentangbagaimana sebuah rasa yang berproses melampaui batas bahkan nalarnya sendiri. Bergelut dengan berbagaimedium, teknis dan tema kemudian menjadi pengalaman-pengalaman yang membuatnya merasa, berjibaku,berdialog dan bertumbuh.Berbagai dinamika kehidupan yang dialaminya sebagai perempuan denganberbagai kisah, tuntutan kehidupan, persoalan-persoalan, baik itu ranah domestik maupun sosial menjadikisah-kisah yang selalu ingin diceritakan. Pilihan Ambar Lestari adalah kemudian menciptakan sebuah ruangdialog antara dirinya dan karyanya, dimana kisah-kisah hidupnya dapat dia ceritakan.

    Terkadang hal yang sulit bagi Ambar Lestari untuk menceritakan kisah-kisah hidupnya, terhadap orang lain,dan terkadang pula dia harus menggunakan berbagai topeng untuk menutupi dari lingkungan sekitarnya.Kisah-kisah yang tersimpan baik-baik di hatinya dapat terlontar ketika dia berdialog dengan karyanya. Sebuahcara komunikasi yang unik, layaknya dia bercerita dengan seorang kekasih yang baik. Proses berkaryaadalah sebuah proses bercinta, sebuah keintiman yang hanya ada antara sang seniman dankaryanya.Kehangatan yang tercipta ketika dia berdialog, mencurahkan segala kepenatan, kesedihan,kedukaan, membuatnya menemukan kedamaian. Bagaikan melihat sebuah jurnal dan landskap kehidupan,pasang surut sebuah hubungan yang abadi dan tidak pernah lekang. Hubungan Ambar Lestari dan karyanyalayaknya melihat sepasang kekasih yang memiliki bahasa yang hanya akan dimengerti oleh mereka berdua.Bahasa-bahasa dan pertanda yang diperlihatkan adalah buah cinta, goresan demi goresan yang jujur danekspresif tanpa ada kepalsuan, gairah dan orgasme yang tertuang sebagai bentuk rasa sayang dan cinta.

    Seperti dikatakan oleh Erich Fromm dalam bukunya The Art of Loving, Fromm mengatakan, cinta adalah seni.Seperti praktek seni pada umumnya, cinta adalah sesuatu yang harus kita pelajari untuk dilakukan: kita harusbelajar dan mempraktekkan cinta seperti kita harus belajar dan berlatih menggambar atau bermain piano.Bagi Ambar Lestari, cinta yang dia rasakan sesungguhnya adalah seni itu sendiri. Fromm kemudian jugamengatakan tentang cinta sejati; mencintai seseorang bukan hanya perasaan yang kuat – itu adalahkeputusan, itu adalah penilaian, itu adalah janji. Jika cinta hanyalah sebuah perasaan, tidak akan ada dasaruntuk berjanji untuk saling mencintai selamanya. Didalam proses berkaryanya Ambar Lestari selalu belajar,selalu mempraktekkan bagaimana dia bersikap dalam mengambil keputusan, janji dan penilaian.

    Berkarya adalah memiliki rasa tulus yang senantiasa berkembang dan menciptakan gairah untuk selaludatang, bercinta, mencapai kepuasan dan keintiman yang luar biasa; menemukan pasangan jiwanya. Beradadi dalam kondisi "Atma Sangam" yang dalam istilah dalam bahasa Sanskerta, secara harfiah berarti"persatuan jiwa" atau "pertemuan jiwa". Istilah ini mengacu pada hubungan spiritual atau koneksi yangmendalam antara dua jiwa yang saling melengkapi dan memiliki ikatan yang kuat. "Atma Sangam" melibatkanpengertian bahwa dua jiwa telah bersatu dalam keselarasan yang mendalam dan saling memahami satusama lain di tingkat spiritual. Istilah ini menggambarkan hubungan yang melampaui hubungan manusia biasadan berada dalam konteks hubungan jiwa yang lebih tinggi.

    Berbahagialah kita yang dapat menyaksikan suguhan pertemuan jiwa.


    Irene Agrivina
    Yogyakarta, 2023

    linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram